نفائس القدسي
Rp 80000
Cetakan 1, Januari 2026
303 hlm; 14.8 cm x 21 cm
Tafsir Nafāʾisul Qudsī disusun sebagai upaya menghidupkan kembali hubungan yang sadar dan bermakna antara al-Qur’an dan hati pembacanya. Tafsir ini memadukan ketelitian ilmiah, keindahan bahasa, dan kedalaman pengaruh spiritual, dengan memosisikan al-Qur’an bukan sekadar sebagai teks yang dianalisis, dan bukan pula sebagai nasihat emosional yang lepas dari disiplin ilmu, melainkan sebagai kalam Ilahi yang dipahami, dihayati, dan direspons dalam realitas hidup.
Metode tafsir ini bertumpu pada pengungkapan keindahan susunan bahasa al-Qur’an, baik melalui analisis balaghah—seperti majaz, kinayah, tasybih, isti‘arah, serta taqdim dan ta’khir—maupun melalui kajian nahwu dan struktur kalimat ketika sisi balaghah tidak menonjol. Seluruh analisis diarahkan untuk menyingkap fungsi bahasa dalam membentuk makna dan menampakkan kemukjizatan al-Qur’an sesuai dengan konteks ayat dan kaidah bahasa Arab.
Namun Nafāʾisul Qudsī tidak berhenti pada analisis kebahasaan. Tafsir ini menggunakan pendekatan dialogis-reflektif, di mana setiap ayat dihadirkan seolah-olah berbicara langsung kepada pembacanya, menegur, mengingatkan, menenangkan, atau menggugah, sehingga makna ayat mengalir sebagai dialog batin yang mengajak muhasabah dan perenungan, bukan sebagai laporan akademik yang kering.
Keistimewaan tafsir ini terletak pada keterkaitannya dengan munajat praktis. Setiap ayat mengajak pembaca bermunajat kepada Allah sesuai dengan kandungan maknanya, yang dirangkum dalam bait-bait nadzam berbahar rajaz yang ringan dan mudah dilafalkan. Dengan demikian, pemahaman ayat tidak berhenti pada ranah intelektual, tetapi berlanjut menjadi doa dan penghambaan yang hidup.
Seluruh penafsiran dijaga dalam koridor keseimbangan antara kejernihan ungkapan, kekuatan makna, dan kedalaman pengaruh ruhani. Tafsir ini ditulis dengan bahasa Arab klasik yang fasih dan jernih, sehingga mudah dipahami oleh kalangan santri dan pecinta tafsir di Indonesia tanpa mengurangi keaslian dan kewibawaan gaya ilmiah klasik.
Tujuan utama Nafāʾisul Qudsī adalah mengembalikan tafsir pada fungsi asalnya: menjadi jembatan antara teks dan hati, serta melatih pembaca untuk benar-benar mendengarkan al-Qur’an dengan kesadaran, bukan sekadar mengonsumsinya sebagai pengetahuan.

Ulasan
Belum ada ulasan.