GERAK TUBUH MANUSIA SEBAGAI SUMBER ENERGI PERANGKAT NIRKABEL
Rp 50000
Cetakan Pertama, Agustus 2026
93 hlm; 14.8 cm x 21 cm
Energi merupakan kebutuhan utama manusia, terutama seiring dengan berkembangnya teknologi di berbagai sektor. Menurut data terbaru tahun 2025 menunjukkan bahwa kebutuhan energi dunia meningkat lebih cepat dari rata-rata tahun 2024. Hal ini mengakibatkan peningkatan permintaan untuk semua sumber energi, termasuk minyak, gas alam, batu bara, energi terbarukan, dan tenaga nuklir. Peningkatan kebutuhan energi ini terutama di sektor ketenagalistrikan sejalan dengan kemajuan teknologi, dengan permintaan listrik meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan permintaan energi secara umum. Kemajuan teknologi yang banyak membutuhkan energi listrik diantaranya untuk pendinginan, industri, elektrifikasi transportasi, serta pertumbuhan pusat data dan kecerdasan buatan.
Penyebab utama kenaikan permintaan energi global adalah akibat dampak suhu ekstrem yang terjadi pada tahun 2024 yaitu tahun terhangat yang pernah tercatat, melampaui rekor sebelumnya yang tercatat pada tahun 2023. Hari derajat pendinginan global (ukuran kebutuhan pendinginan) 6% lebih tinggi pada tahun 2024 dibandingkan tahun 2023, dan 20% lebih tinggi dibandingkan rata-rata jangka panjang antara tahun 2000 dan 2020. Keadaan ini menyebabkan permintaan energi lebih tinggi pada konsumsi listrik. Saat ini hampir seluruh peningkatan permintaan listrik dipenuhi oleh sumber-sumber rendah emisi. Akibatnya terjadi peningkatan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang sangat tinggi, dengan pertumbuhan lebih lanjut pada energi terbarukan lainnya, dan tenaga nuklir. Permintaan gas juga meningkat secara substansial, sementara konsumsi minyak dan batu bara meningkat lebih lambat dibandingkan tahun 2023.Di sisi lain, tubuh manusia adalah mesin pengubah energi yang hebat. Pengubahan energi menyiratkan bahwa energi kimia yang tersimpan dalam makanan diubah menjadi kerja, energi termal, dan/atau disimpan sebagai energi kimia dalam jaringan lemak. Jumlah energi yang diubah ke setiap bentuk bergantung pada seberapa banyak yang dimakan dan pada tingkat aktivitas fisik. Jika makan lebih banyak daripada yang dibutuhkan untuk melakukan kerja dan tetap hangat, sisanya akan masuk ke lemak tubuh.Selain sebagai pengubah energi, tubuh manusia bukan merupakan sistem yang tertutup, sehingga ada pertukaran energi antara tubuh bagian dalam dengan lingkungan. Energi yang dilepas oleh tubuh dalam bentuk panas, gerakan, atau biokimia, seperti tekanan darah atau keringat dapat diubah menjadi listrik, yang selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan perangkat elektronik dan sensor yang dapat dipakai misalnya pada alat monitoring kesehatan. Hasil penangkapan energi listrik ini selanjutnya disimpan dalam baterai yang menempel pada tubuh, tetapi yang harus diperhatikan adalah pada peletakan baterai. Baterai tersebut tidak boleh mengganggu gerakan-gerakan tubuh. Selain itu baterai harus mempunyai daya rendah, sehingga dapat diletakan di pergelangan tangan seperti smartwatches atau monitor detak jantung.

Ulasan
Belum ada ulasan.